Pemuda Pemudi Bergerak : Kokohkan Persatuan Di Tengah Tantangan Bangsa (Sebuah Refleksi Di Hari Sumpah Pemuda Ke-97)
Kontributor
Oleh : Muhammad Alimuddin Usman, PdI., M.Pd., C.ET., C.QEM
Penulis adalahDirektur Pondok Pesantren Babussalam Arrahmah, Wakamad Humas MAN Gowa, Ketua Umum DPK BKPRMI & PPMI Kecamatan Tompobulu, Koordinator Tim Dai Rumah Dakwah Babussalam
Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun ini menjadi momentum yang sangat penting bagi kita semua, terutama generasi muda Indonesia. Tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” bukan sekadar slogan, tetapi sebuah panggilan bagi setiap anak bangsa untuk mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan dan memperkuat identitas bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.
Sebagai pemuda yang aktif dalam pendidikan, dakwah, dan organisasi kepemudaan, saya meyakini bahwa gerakan pemuda adalah ujung tombak perubahan. Pemuda hari ini menghadapi tantangan yang kompleks: digitalisasi informasi, pergeseran nilai, hingga perpecahan sosial yang kerap muncul di masyarakat. Namun, tantangan ini harus dijadikan peluang untuk bergerak positif, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga.
Dalam konteks ini, pesantren dan lembaga pendidikan memiliki peran strategis. Pendidikan karakter yang menekankan nilai-nilai toleransi, kerja sama, dan kepedulian sosial dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya yang melibatkan pemuda harus menjadi sarana pembiasaan untuk menginternalisasi semangat persatuan.
Sebagai ketua organisasi kepemudaan di Kecamatan Tompobulu, saya menyaksikan betapa besar potensi pemuda dalam membawa perubahan. Dari kegiatan dakwah, pengabdian masyarakat, hingga inovasi sosial, pemuda pemudi mampu menjadi perekat yang mengokohkan persatuan. Yang terpenting adalah menggerakkan diri dan lingkungan sekitar untuk selalu produktif, berpikir kritis, dan berkolaborasi demi kebaikan bersama.
Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi panggilan untuk bertindak nyata. Mari kita jadikan momentum ke-91 ini sebagai titik balik bagi setiap pemuda untuk bergerak: bergerak dalam pendidikan, bergerak dalam dakwah, bergerak dalam sosial, dan bergerak untuk Indonesia yang bersatu, adil, dan makmur. Karena ketika pemuda bergerak, bangsa pun bergerak maju.