Pengabdian Yang Tak Berjarak, Sekda Luwu Hadiri Ramah Tamah HAB Ke-80 Kemenag
Kontributor
Belopa (Kemenag Luwu) – Rasa
syukur dan kebersamaan mengalir dalam ramah tamah Hari Amal Bakti (HAB)
Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 yang digelar di halaman Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Sabtu (03/01/2026), sebagai momentum
perenungan atas pengabdian panjang sekaligus peneguhan komitmen pelayanan
keumatan..
Kegiatan ini turut dihadiri
Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Drs. H. Muh. Rudi, M.Si, Ketua DPRD Luwu Ahmad
Gazali, Ketua MUI Kabupaten Luwu H. Nasaruddin Bin A, dan jajaran Kementerian
Agama Kabupaten Luwu, serta para ASN senior Kementerian Agama Kabupaten Luwu
yang telah memasuki masa purna bakti. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa
Kementerian Agama bukan sekadar institusi, melainkan simpul penting kehidupan
sosial dan spiritual masyarakat Luwu.
Acara diawali dengan sambutan
Ketua Panitia Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Luwu, H.
A. Aqil Nas, yang melaporkan bahwa rangkaian kegiatan peringatan telah
dilaksanakan sejak Desember 2025 selama dua pekan. Kegiatan tersebut diisi
dengan pekan olahraga dan seni (Porseni) yang melibatkan ASN Kementerian Agama
serta siswa madrasah se-Kabupaten Luwu. Para juara Porseni tersebut
direncanakan akan mewakili Kabupaten Luwu pada ajang tingkat Provinsi Sulawesi
Selatan yang akan digelar di Kabupaten Bone pada 6 Februari mendatang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu H.
Muh. Rudi dalam sambutan menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran
Kementerian Agama yang dinilainya tetap enerjik dan produktif, meskipun
sebagian telah memasuki masa purna bakti. Menurutnya, semangat pengabdian yang
tak lekang oleh usia tersebut merupakan buah dari ketulusan dan konsistensi
dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Di usia pengabdian yang panjang,
justru semangat para ASN Kementerian Agama semakin luar biasa. Ini mungkin
keberkahan karena selama ini konsisten membina dan menanamkan nilai-nilai agama
di Kabupaten Luwu,” ungkapnya penuh haru.
Memasuki usia 80 tahun,
Kementerian Agama dinilai telah melewati perjalanan panjang dengan beragam
tantangan dan capaian. Sekda menyoroti transformasi kelembagaan yang signifikan
dalam dua tahun terakhir, mulai dari pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren
hingga pemisahan urusan keagamaan dan penyelenggaraan ibadah haji, sebagai
langkah strategis memperkuat fokus pelayanan.
Ia juga mengapresiasi citra positif Kementerian Agama di mata publik.
Kesederhanaan dan keteladanan pimpinan, menurutnya, berdampak langsung pada
meningkatnya kepercayaan masyarakat.
“Survei menunjukkan tingkat
kepuasan masyarakat mencapai 86 persen. Ini capaian besar yang patut kita
syukuri bersama,” ujarnya.
Namun di balik capaian tersebut,
Sekda Luwu mengingatkan adanya tantangan sosial serius yang membutuhkan
perhatian dan kerja bersama. Ia menyinggung meningkatnya kasus pernikahan usia
dini, perceraian, serta persoalan asusila yang melibatkan generasi muda,
sebagai fenomena yang tak bisa diabaikan.
Kondisi tersebut, lanjutnya,
menuntut kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Pemerintah Daerah dan
Kementerian Agama, agar pembinaan keagamaan mampu menjawab realitas sosial yang
kian kompleks.
Sekda juga menyoroti masih
banyaknya pasangan yang hidup bersama tanpa pengesahan negara. Ia mendorong
percepatan legalisasi pernikahan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama,
demi memberikan kepastian hukum, terutama bagi anak dan kepentingan
administrasi kependudukan.
Tak hanya itu, Pemerintah
Kabupaten Luwu menegaskan komitmennya dalam sertifikasi tanah wakaf dan rumah
ibadah. Program ini akan dilaksanakan secara gratis, dengan biaya pengukuran
ditanggung oleh pemerintah daerah, guna mencegah potensi sengketa hukum di masa
depan.
Menutup sambutannya, Sekda
mengajak seluruh insan Kementerian Agama untuk terus beradaptasi dengan arus
digitalisasi informasi. Ia menekankan peran strategis Kemenag sebagai penjaga
narasi keagamaan yang benar, menyejukkan, dan mendidik, di tengah derasnya arus
hoaks dan disinformasi.
Pada momen penuh makna itu,
sejumlah ASN senior Kementerian Agama Kabupaten Luwu yang memasuki masa purna
bakti turut menyampaikan pesan dan kesan, di antaranya H. Armin, mantan Plt.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, serta Drs. H. Jufri, Plt. Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu. Pesan mereka menjadi penegas bahwa
pengabdian di Kementerian Agama bukan sekadar tugas, melainkan jalan ibadah
yang meninggalkan jejak nilai bagi generasi penerus. Isl/Um.