Daerah

Pengabdian Yang Tak Berjarak, Sekda Luwu Hadiri Ramah Tamah HAB Ke-80 Kemenag

Senin, 05 Januari 2026
...

Belopa (Kemenag Luwu) – Rasa syukur dan kebersamaan mengalir dalam ramah tamah Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Sabtu (03/01/2026), sebagai momentum perenungan atas pengabdian panjang sekaligus peneguhan komitmen pelayanan keumatan..

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Drs. H. Muh. Rudi, M.Si, Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali, Ketua MUI Kabupaten Luwu H. Nasaruddin Bin A, dan jajaran Kementerian Agama Kabupaten Luwu, serta para ASN senior Kementerian Agama Kabupaten Luwu yang telah memasuki masa purna bakti. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa Kementerian Agama bukan sekadar institusi, melainkan simpul penting kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Luwu.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Luwu, H. A. Aqil Nas, yang melaporkan bahwa rangkaian kegiatan peringatan telah dilaksanakan sejak Desember 2025 selama dua pekan. Kegiatan tersebut diisi dengan pekan olahraga dan seni (Porseni) yang melibatkan ASN Kementerian Agama serta siswa madrasah se-Kabupaten Luwu. Para juara Porseni tersebut direncanakan akan mewakili Kabupaten Luwu pada ajang tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Bone pada 6 Februari mendatang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu H. Muh. Rudi dalam sambutan menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Kementerian Agama yang dinilainya tetap enerjik dan produktif, meskipun sebagian telah memasuki masa purna bakti. Menurutnya, semangat pengabdian yang tak lekang oleh usia tersebut merupakan buah dari ketulusan dan konsistensi dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Di usia pengabdian yang panjang, justru semangat para ASN Kementerian Agama semakin luar biasa. Ini mungkin keberkahan karena selama ini konsisten membina dan menanamkan nilai-nilai agama di Kabupaten Luwu,” ungkapnya penuh haru.

Memasuki usia 80 tahun, Kementerian Agama dinilai telah melewati perjalanan panjang dengan beragam tantangan dan capaian. Sekda menyoroti transformasi kelembagaan yang signifikan dalam dua tahun terakhir, mulai dari pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren hingga pemisahan urusan keagamaan dan penyelenggaraan ibadah haji, sebagai langkah strategis memperkuat fokus pelayanan.

Ia juga mengapresiasi citra positif Kementerian Agama di mata publik. Kesederhanaan dan keteladanan pimpinan, menurutnya, berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan masyarakat.

“Survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 86 persen. Ini capaian besar yang patut kita syukuri bersama,” ujarnya.

Namun di balik capaian tersebut, Sekda Luwu mengingatkan adanya tantangan sosial serius yang membutuhkan perhatian dan kerja bersama. Ia menyinggung meningkatnya kasus pernikahan usia dini, perceraian, serta persoalan asusila yang melibatkan generasi muda, sebagai fenomena yang tak bisa diabaikan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menuntut kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama, agar pembinaan keagamaan mampu menjawab realitas sosial yang kian kompleks.

Sekda juga menyoroti masih banyaknya pasangan yang hidup bersama tanpa pengesahan negara. Ia mendorong percepatan legalisasi pernikahan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, demi memberikan kepastian hukum, terutama bagi anak dan kepentingan administrasi kependudukan.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Luwu menegaskan komitmennya dalam sertifikasi tanah wakaf dan rumah ibadah. Program ini akan dilaksanakan secara gratis, dengan biaya pengukuran ditanggung oleh pemerintah daerah, guna mencegah potensi sengketa hukum di masa depan.

Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh insan Kementerian Agama untuk terus beradaptasi dengan arus digitalisasi informasi. Ia menekankan peran strategis Kemenag sebagai penjaga narasi keagamaan yang benar, menyejukkan, dan mendidik, di tengah derasnya arus hoaks dan disinformasi.

Pada momen penuh makna itu, sejumlah ASN senior Kementerian Agama Kabupaten Luwu yang memasuki masa purna bakti turut menyampaikan pesan dan kesan, di antaranya H. Armin, mantan Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, serta Drs. H. Jufri, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu. Pesan mereka menjadi penegas bahwa pengabdian di Kementerian Agama bukan sekadar tugas, melainkan jalan ibadah yang meninggalkan jejak nilai bagi generasi penerus. Isl/Um.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default