Daerah

Penyuluhan Di Pokja MT. Desa Ujung, Pemateri Syekh Mesir Kupas Waktu-Waktu Penuh Berkah

Foto Kontributor
Humas Bone

Kontributor

Rabu, 28 Januari 2026
...

Ujung, (Kemenag Bone) - Kegiatan penyuluhan keagamaan dengan tema Keutamaan Bulan Sya’ban dilaksanakan oleh Pokja Majelis Taklim Desa Ujung pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Masjid Nurul Amin, Desa Ujung. Kegiatan ini menjadi istimewa karena menghadirkan pemateri internasional, Syekh Dr. Muh. Al-Rubi, ulama asal Mesir yang ditugaskan melalui Kedutaan Besar Mesir dan saat ini mengabdi di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung.

Penyuluhan tersebut diikuti oleh para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Dua Boccoe serta anggota Pokja Majelis Taklim Desa Ujung. Kehadiran Syekh Dr. Muh. Al-Rubi merupakan hasil dari proses penjaringan yang ketat, sehingga kegiatan pengajian Majelis Taklim kali ini memiliki nilai lebih dan nuansa keilmuan yang mendalam. Antusiasme jamaah tampak tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan.

Dalam pemaparannya, Syekh Dr. Muh. Al-Rubi yang materinya diterjemahkan secara langsung oleh Penyuluh Agama Islam KM. H. Muh. Irham, menjelaskan bahwa keberkahan dalam Islam terbagi ke dalam dua bentuk, yakni keberkahan tempat dan keberkahan waktu. Ia mencontohkan keberkahan tempat seperti Kota Makkah, di mana satu kali shalat di Masjidil Haram bernilai seratus ribu kali shalat dibandingkan di tempat lain. Sementara keberkahan waktu terdapat pada bulan-bulan mulia, yaitu Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa bulan Sya’ban merupakan bulan yang penuh dengan kebaikan dan memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam, di antaranya sebagai bulan turunnya kewajiban puasa Ramadhan yang terjadi pada tahun ke-2 Hijriah. Syekh Dr. Muh. Al-Rubi juga menyampaikan bahwa Rasulullah ﷺ menjalankan puasa Ramadhan selama sembilan tahun dalam masa hidup beliau, serta banyak memperbanyak ibadah puasa di bulan Sya’ban sebagai bentuk persiapan spiritual menyambut Ramadhan.

Meskipun materi disampaikan dalam bahasa Arab, jamaah tetap menyimak dengan khusyuk karena penyampaian terjemahan yang jelas dan komunikatif oleh penerjemah. Kegiatan penyuluhan ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, penyuluh agama, dan seluruh jamaah Majelis Taklim sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi atas terselenggaranya kegiatan penyuluhan keagamaan yang dinilai sangat berkesan dan bermakna tersebut. (Ashar/Ahdi)

Editor: Mawardi
Tag: #KUA

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default