Pertemuan Umat Buddha Sulsel, Ditura Pendikbud Sampaikan Kebijakan Strategis Bimas Buddha
Kontributor
Makassar — Direktorat Urusan Agama dan Pendidikan Buddha (Ditjen Bimas Buddha) Bapak Nyoman, melaksanakan pertemuan dan pembinaan umat Buddha se-Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Vihara Girinaga, Makassar, Jumat 16 Januari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Ditura Pendikbud menyampaikan sejumlah pesan dan kebijakan strategis pemerintah terkait penguatan pendidikan keagamaan Buddha. Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 27 Tahun 2024 tentang Pendidikan Keagamaan Buddha, penguatan peran Sekolah Minggu Buddha (SMB) dan Sikkhāpanna, pengembangan Pasastrian, serta keberlanjutan program Dhammasekha sebagai pilar pembinaan umat dan generasi muda Buddha.
Selain bidang pendidikan, Diturabud Pendik juga menekankan sejumlah kebijakan penting dalam urusan agama Buddha, khususnya terkait pemberkahan perkawinan. Pemerintah mendorong implementasi ekoteologi perkawinan, yakni setiap pasangan yang melaksanakan pemberkahan perkawinan dianjurkan menanam minimal satu pohon sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, disampaikan pula pentingnya pendataan perkawinan umat Buddha yang terintegrasi guna mendukung tertib administrasi dan pelayanan keagamaan yang lebih baik.
Ketua Yayasan sekaligus Ketua Vihara Girinaga, Roy Ruslim, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan apresiasi atas kehadiran Diturabud Pendik di Makassar. Ia mengungkapkan rasa terima kasih karena Vihara Girinaga mendapat kesempatan untuk menjadi tempat pertemuan dan pembinaan, serta mendengarkan langsung arahan dan kebijakan pemerintah, khususnya dari Ditjen Bimas Buddha.
“Ini merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kami. Arahan yang disampaikan sangat bermanfaat bagi pengelola vihara, lembaga pendidikan, dan umat Buddha secara keseluruhan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua DPD WALUBI Sulawesi Selatan, Henry, juga menyampaikan terima kasih atas kesediaan Diturabud Pendik meluangkan waktu untuk hadir dan membina umat Buddha di bawah naungan WALUBI Sulsel. Ia berharap pembinaan ini semakin memperkuat sinergi antara umat, organisasi keagamaan, dan pemerintah.
Kegiatan pembinaan ini turut dihadiri dan didampingi oleh Bimas Buddha Sulawesi Selatan, sebagai bentuk komitmen dalam membersamai umat dan organisasi Buddha di daerah, serta mendukung implementasi kebijakan Ditjen Bimas Buddha di tingkat wilayah. (Mrj)