Pesona Guru Menggema Di MA Rante Belu: Lomba Shalawat Dan Qasidah Meriahkan HGN Ke-80
Kontributor
Keppe (Kemenag Luwu) – Bertempat di halaman Madrasah Aliyah (MA) Rante Belu, Lomba Shalawat dan Qasidah Modern Antar Guru berlangsung meriah dalam
rangka memperingati Hari Guru ke-80. Di bawah pimpinan Udiy Mannan, kegiatan
ini terselenggara dengan penuh kekhidmatan, kebersamaan, dan antusiasme para
guru. Lomba digelar selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 November 2025.
Udiy Mannan menyampaikan rasa syukur karena momentum Hari Guru menjadi
kesempatan untuk mengenang jasa para pendidik terdahulu. “Kita mengenang dan
mendoakan para leluhur yang telah mengabdikan ilmunya, sehingga hari ini
lahirlah apa yang disebut Hari Guru,” ujarnya haru.
Ia kemudian menceritakan asal mula gagasan kegiatan tersebut. “Cikal bakal
lahirnya ‘Pesona Untuk Guru’ adalah dari imajinasi saya. Saya selalu berhayal
karena saya dilahirkan oleh seorang guru, dibesarkan oleh guru, dan besar
karena guru. Maka apa pun yang saya impikan selalu berkaitan dengan profesi
mulia ini, dan saya bangga menjadi guru,” ungkapnya.
Dari pemikiran itulah ia berembuk bersama Kepala MTs Suli, Hapidah, S.E.,
untuk merancang kegiatan yang dapat menjadi ruang ekspresi bagi guru. “Guru-guru
kita banyak yang berpotensi, tetapi sering tidak diberi ruang dan waktu. Dari
situlah saya mengambil inisiatif agar pada Hari Guru ini para guru bisa tampil,
berkarya, dan nantinya mampu menjadi pelatih bagi siswa dalam bidang seni,”
jelasnya.
Udiy menambahkan bahwa tindak lanjut kegiatan ini adalah pelaksanaan
Porseni pada bulan Desember, di mana seluruh siswa akan diwajibkan ikut serta. “Semua
guru harus menjadi mentor. Apa yang dipelajari hari ini akan ditularkan kepada
siswa agar kegiatan seni di madrasah berkesinambungan,” ujarnya.
Mengangkat tema “Untukmu Pesona Guru”, kegiatan ini berlangsung penuh
antusias. Udiy juga menyampaikan terima kasih kepada Kasi Pendidikan Islam Kemenag
Kab. Luwu, Ketua Yayasan, Kepala MTs Keppe, serta Kepala MTs Suli yang menjadi
mitra dalam penyelenggaraan acara. Semula kegiatan direncanakan di MTs Suli, namun karena beberapa kendala
akhirnya dipusatkan di MA Rante Belu. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini akan
menjadi agenda berkelanjutan dengan jumlah peserta yang lebih banyak pada tahun
berikutnya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Islam, Sudirman Mahide dalam sambutannya
sekaligus membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi penuh atas
terselenggaranya kegiatan ini. “Hari ini adalah harinya guru. Mari kita ajak
peserta didik untuk bergembira dan merayakannya. Khusus hari ini tidak ada
proses belajar mengajar,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Sudirman turut mengenang masa kecilnya ketika masih bersekolah
di SD di tempat yang sama. Dengan penuh nostalgia, ia menceritakan perjuangannya
bersekolah di tengah keterbatasan, berjualan es lilin, hingga berjalan kaki bertahun-tahun,
“Saya bercerita seperti ini karena ingin menegaskan betapa mulianya seorang guru.
Tidak memandang statusnya, guru wajib kita hormati, kita hargai, dan
kita sayangi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pada rapat
PGRI Kabupaten Luwu diputuskan bahwa upacara Hari Guru tidak dilaksanakan
serentak pada 25 November, agar setiap satuan pendidikan mendapat ruang untuk
merayakannya secara mandiri. Peringatan tingkat kabupaten akan dilaksanakan
pada 1 Desember 2025 dan dirangkaikan dengan Hari Korpri.
Di akhir sambutannya, Sudirman
berpesan, “Guru harus sehat dan terus berjuang untuk generasi kita, demi
kemajuan madrasah. Apa pun status kita, baik honorer, P3K, maupun PNS, yang
terpenting adalah semangat kita dalam membentuk karakter peserta didik.”. Isl/Um.