PPPK Paruh Waktu Dan Optimalisasi Resmi Diangkat, Kakanwil Ali Yafid Imbau Kawal Asta Protas Menteri Agama
Kontributor
MAKASSAR, KEMENAG SULSEL – Kementerian Agama RI melantik 2.702 PPPK Tahap II Optimalisasi dan PPPK Paruh Waktu secara serentak, Kamis 27 November 2025. Di Sulawesi Selatan, sebanyak 35 PPPK Optimalisasi dan 68 orang PPPK Paruh Waktu mengikuti pelantikan ini secara daring di Aula Kanwil Kemenag Sulsel.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa pengangkatan PPPK merupakan awal pengabdian yang menuntut integritas dan profesionalitas. Ia mengingatkan agar para PPPK bekerja dengan disiplin, menjaga etika, dan menghindari hal yang merugikan diri maupun keluarga.
Ia menegaskan, ASN Kemenag memikul amanah besar dalam memberikan layanan keagamaan di 10.562 satuan kerja. Karena itu, seluruh PPPK, termasuk yang berstatus paruh waktu, diminta terus belajar dan mengembangkan kompetensi.
“Ini adalah fase awal dalam karier Anda. Teruslah tumbuh dan berkomitmen,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, dalam sambutannya usai pelantikan mengajak seluruh ASN untuk menyukseskan Asta Protas Menteri Agama, seperti penguatan toleransi, gerakan ekologis, serta peningkatan layanan keagamaan yang berdampak.
Ia menekankan, tanggung jawab PPPK dalam melaksanakan program prioritas tersebut. “Yang menanam pohon harus menjaganya sampai besar,” ujarnya.
Lebih lanjut Ali Yafid menguraikan, dari 742 formasi awal, terisi 703 formasi. Pada tahap pertama, dari 3.597 formasi, lulus 3.503 peserta. Pada tahap optimalisasi, dari 570 formasi, terisi 527 orang. Sedangkan PPPK Paruh Waktu tersedia 80 formasi, dan 73 orang dinyatakan lulus.
Ia menambahkan, sebagian PPPK optimalisasi sebelumnya ditempatkan di luar Sulsel, namun melalui kebijakan, mereka kembali bertugas di wilayah ini. Ali Yafid juga menyampaikan bahwa per 1 Desember 2025, total ASN Kemenag Sulsel mencapai 17.093 orang, terdiri dari 9.109 PNS dan 7.984 PPPK.
Selain itu, mantan Kepala Kantor Kemenag Bulukumba ini menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan kembali masuk nominasi Harmoni Award, melalui FKUB Provinsi Sulsel dan FKUB Kota Makassar. Prestasi ini diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat moderasi beragama di seluruh sektor layanan Kemenag.
Mengakhiri sambutannya, Ali Yafid berpesan kepada PPPK yang baru saja dilantik agar menjaga etos kerja demi keberlanjutan pengabdian di Kemenag Sulsel.
“Ini adalah kesejahteraan baru bagi amunisi lama. Semangat kerja harus lebih tinggi, karena kinerja menentukan keberlanjutan pengabdian,” pungkasnya.
Diketahui, kegiatan pelantikan PPPK ini juga diisi dengan pembekalan dan pembinaan oleh tenaga ahli Menag bidang hukum, Prof. A. Salman Maggalatung. (AB)