Daerah

Raker KKG PAI Tamalate, Kemenag Tekankan Implementasi Pendidikan Karakter Di Momentum Ramadhan

Foto Kontributor
Muhammad Imran

Kontributor

Kamis, 29 Januari 2026
...

Makassar –(Kemenag Makassar) Kementerian Agama Kota Makassar menekankan pentingnya implementasi pendidikan karakter dalam momentum bulan suci Ramadhan. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar H. Muhammad pada Rapat Kerja (Raker) Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Tamalate.

Kegiatan Raker KKG PAI mengusung tema “Implementasi Pendidikan Karakter dalam Momentum Ramadhan” dan dilaksanakan di Gedung Erlangga, Jalan Hertasning, Makassar, Kamis (29/1/2026).

Raker ini dihadiri Kakankemenag Kota Makassar H. Muhammad, Pengawas PAI Kecamatan Tamalate H. Mansur Sada, Ketua KKG PAI Kecamatan Tamalate Enal, serta seluruh guru PAI se-Kecamatan Tamalate.

Ketua KKG PAI Kecamatan Tamalate, Enal, dalam laporan menyampaikan bahwa Raker tersebut merupakan kegiatan perdana KKG PAI di tahun 2026. Ia menjelaskan, KKG PAI secara rutin setiap tahun melaksanakan berbagai kegiatan pengembangan peserta didik dan guru.

“Setiap tahun KKG PAI melaksanakan lomba-lomba bagi siswa seperti Pildacil, adzan, baca tulis Al-Qur’an, kultum, serta berbagai kegiatan lainnya. Selain itu, guru-guru yang telah sertifikasi diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas PAI Kecamatan Tamalate, H. Mansur Sada, menegaskan bahwa guru PAI dituntut untuk terus meningkatkan kompetensinya. Ia menyebutkan bahwa sinergi melalui KKG menjadi wadah penting untuk belajar, bersilaturahmi, serta menambah wawasan dan pengalaman.

“Sebagian besar guru PAI, sekitar 80 hingga 90 persen, baik dari sekolah negeri maupun swasta di Kecamatan Tamalate, sudah bersertifikasi dan aktif di KKG. KKG menjadi tempat kita belajar bersama, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kompetensi,” kata Mansur Sada.

Dalam arahannya, Kakankemenag Kota Makassar H. Muhammad mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh peserta mensyukuri nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT. Ia menegaskan bahwa profesi guru merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Profesi guru itu adalah amanah yang diberikan oleh Allah SWT. Kita diridhai untuk menjadi pengajar, apalagi bagi bapak dan ibu yang sudah bersertifikasi. Tanggung jawab kita bukan hanya mengajar, tetapi membimbing dan membentuk karakter anak-anak agar menjadi pribadi yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar H. Muhammad.

Ia juga menjelaskan tentang penguatan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang terus dikembangkan oleh Kementerian Agama. Menurutnya, KBC merupakan upaya menumbuhkan kepedulian dalam berbagai aspek kehidupan.

 “KBC sesungguhnya adalah upaya dari Menteri Agama agar kita menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian, mulai dari cinta kepada Sang Pencipta, mencintai sesama manusia, mencintai ilmu, menghargai alam dan lingkungan, serta makhluk hidup lainnya. Jika aspek-aspek ini tidak terpenuhi, maka nilai cinta itu tidak akan terwujud,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Muhammad menyebutkan bahwa salah satu ciri utama pendidikan karakter adalah tanggung jawab guru dalam membimbing peserta didik agar memiliki akhlak mulia dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Ia menekankan bahwa pembentukan karakter dapat dilakukan melalui beberapa upaya, di antaranya pembiasaan, keteladanan, dan lingkungan.

“Pembiasaan sangat penting. Bagaimana kita mengajarkan cinta kepada Allah jika anak-anak tidak dibiasakan shalat berjamaah, seperti shalat dhuha atau shalat zuhur berjamaah. Jika ini dilakukan secara konsisten, maka akan menjadi budaya yang membekas pada diri anak,” tuturnya.

Selain pembiasaan, keteladanan guru juga menjadi kunci utama dalam pendidikan karakter.

 “Keteladanan itu dimulai dari hal-hal kecil, seperti memberi contoh menjaga kebersihan, mengingatkan doa sebelum dan sesudah makan, serta perilaku sehari-hari lainnya. Justru guru agama harus menjadi teladan, karena karakter anak akan terbentuk dari apa yang mereka lihat,” tambahnya.

Menurut H. Muhammad, lingkungan yang baik juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter peserta didik. Lingkungan yang positif akan melahirkan karakter yang baik, sementara lingkungan yang kurang baik akan berdampak sebaliknya.

Melalui Raker KKG PAI ini, Kemenag Kota Makassar berharap para guru PAI mampu mengoptimalkan momentum Ramadhan sebagai sarana penguatan pendidikan karakter, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat tertanam kuat dalam kehidupan peserta didik sejak dini.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default