Daerah

Ramadan Jadi Titik Balik, Lapas IIA Parepare Hadirkan Pesantren Kilat 10 Hari

Foto Kontributor
Nurwina Busrah

Kontributor

Kamis, 19 Februari 2026
...

Parepare (Kemenag Parepare) – Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema khidmat di Masjid Attaubah Lapas Kelas IIA Parepare, Kamis pagi (19/02/2026).

Suasana religius tersebut menandai dimulainya secara resmi kegiatan Pesantren Kilat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang akan berlangsung intensif selama 10 hari ke depan dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H.

Kegiatan pembukaan diawali dengan sambutan dari Koordinator Pembinaan Keagamaan Lapas Kelas IIA Parepare, Zaenal Panani. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pesantren kilat bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan sarana penyucian hati dan penguatan iman.

“Kuncinya adalah bersyukur atas kesempatan bertaubat, bersabar menjalani ketetapan Allah, dan ikhlas dalam memperbaiki diri. Kami ingin rekan-rekan keluar dari sini tidak hanya membawa surat bebas, tetapi juga membawa bekal iman yang kokoh,” tegasnya di hadapan para peserta.

Senada dengan hal tersebut, Ketua IPARI Kota Parepare, Sabuddin, turut memberikan motivasi kepada para warga binaan agar mengikuti seluruh rangkaian materi dengan penuh disiplin dan kesungguhan. Ia menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan sejatinya dapat menjadi “Madrasah Rohani” bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri.

“Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi ruang pembelajaran spiritual. Di sinilah karakter dan spiritualitas ditempa agar kelak kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih santun dan religius,” ungkapnya.

Program Pesantren Kilat di Masjid Attaubah ini dirancang dengan kurikulum komprehensif yang menyentuh dimensi lahir dan batin. Materi yang akan diberikan meliputi pemahaman seputar Ramadan, thaharah (penyucian diri lahir dan batin), fiqh ibadah praktis seperti bacaan dan gerakan salat, penguatan akhlakul karimah, moderasi beragama dan cinta tanah air, tadabur Al-Qur’an, pengendalian emosi dan penataan hati, doa dan zikir penguat jiwa, taubat nasuha, hingga penguatan nilai cinta dan tanggung jawab keluarga.

Komitmen Lapas Kelas IIA Parepare dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan berbasis pembinaan kemanusiaan dan spiritual kembali ditegaskan melalui program ini. Pesantren kilat diharapkan mampu menjadi momentum transformasi diri bagi warga binaan agar lebih bertakwa dan mandiri.

Acara pembukaan mencapai puncak kekhidmatannya saat doa dipandu oleh Suardi, Penyuluh KUA Ujung. Hening menyelimuti masjid saat doa-doa permohonan ampunan dan keberkahan dipanjatkan. Ramadan 1447 H diharapkan menjadi titik balik nyata dalam perjalanan hidup para warga binaan menuju masa depan yang lebih baik. (Ardi/Wn)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default