Saat Kakanwil Bersilaturrahmi: Nasehat Yang Menyapa Hati Dan Menghidupkan Amanah
Kontributor
Belopa (Kemenag Luwu) – Gelaran silaturrahmi dan serah terima jabatan
kepala madrasah digelar di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Luwu dengan penuh
kehangatan, pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, S.Ag.,
M.Pd., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Ketua Tim Kemasjidan Bidang Urais,
Ketua Tim FKUB Kanwil Kemenag Sul-Sel, serta para pejabat struktural dan fungsional
Kankemanag Kab. Luwu. Hadir pula ketua komite, guru, dan seluruh staf Kemenag
Luwu.
Dalam arahannya, Dr. Ali Yafid menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak
hanya merupakan agenda serah terima jabatan semata, tetapi momentum memperkuat
ukhuwah dan komitmen pelayanan pendidikan madrasah di Kabupaten Luwu.
“Saya yakin hari ini insya Allah ada berkah dan rahmat Allah untuk kita
semua. Sebenarnya yang paling penting dari kegiatan ini bukan hanya serah
terima jabatan, tetapi silaturrahmi,” ujarnya.
Kakanwil berpesan agar para pejabat yang menerima amanah baru dapat
menjalankan tanggung jawab dengan keikhlasan. Ia mengingatkan agar jabatan
tidak disimpan dalam hati, tetapi hanya digenggam sebagai amanah yang bisa
berpindah kapan saja. Karena jabatan adalah amanah bukan kebanggaan.
“Tunaikan amanah itu. Sebagai kepala madrasah, kepala kantor, kasi, ataupun
penyelenggara, kita harus memastikan amanah ini sampai kepada yang berhak,”
pesannya.
Dalam kesempatan itu, Dr. Ali Yafid juga menekankan pentingnya kepemimpinan
yang humanis. Menurutnya,
pemimpin tidak boleh menekan atau menganiaya bawahan melalui kebijakan dan
keputusan.
"Pemimpin itu harus pakai rasa, peka terhadap bawahan, dan tidak boleh
menjadi diktator. Yang kita pikirkan bukan apa yang kita dapat, tapi bagaimana
staf kita bisa tersenyum dan nyaman bekerja," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa bawahan juga harus bersikap loyal dan menaati pimpinan
sehingga tercipta hubungan kerja yang harmonis.
H. Ali Yafid juga turut memberikan motivasi kepada 49 CPNS di Kabupaten Luwu
agar mempau melahirkan inovasi terutama di bidang digitalisasi layanan.
“Manfatkan kemampuan kalian yang
masih enerjik dan melek digital. Buatlah
aplikasi layanan, daftar hadir, atau layanan orang tua sehingga masyarakat bisa
mengakses dari rumah,” tuturnya.
Tiga hal yang ditekankan dalam pelayanan publik di Kementerian Agama, kaya
Ali Yafid, yaitu Integritas, akhlak dan karakter serta keteladanan. ASN Kemenag
adalah duta integritas dan duta keteladanan.
“Walaupun kita cerdas, kalau akhlaknya kurang baik, tidak akan dihargai
masyarakat. Karena itu akhlak harus menjadi yang paling menonjol,” ujarnya.
Kakanwil juga mengingatkan tentang Kurikulum Cinta yang dicanangkan
Kementerian Agama, dengan lima nilai dasar—cinta kepada Allah dan Rasul, cinta
ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta bangsa dan negara.
Guru diminta mengajar bukan hanya mengisi otak siswa, tetapi juga hati dan
karakter.
Menutup sambutannya, Dr. Ali Yafid mengingatkan bahwa salah satu prioritas
Menteri Agama adalah penguatan wakaf.
“Wakaf adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Jika ada orang
yang masuk surga melalui kebaikan yang kita lakukan, maka orang yang
menggerakkan kita untuk berbuat kebaikan itu akan memperoleh pahala yang jauh
lebih besar," tutupnya. Isl/Um.