Daerah

Saat Kakanwil Bersilaturrahmi: Nasehat Yang Menyapa Hati Dan Menghidupkan Amanah

Sabtu, 22 November 2025
...

Belopa (Kemenag Luwu) – Gelaran silaturrahmi dan serah terima jabatan kepala madrasah digelar di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Luwu dengan penuh kehangatan, pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, S.Ag., M.Pd., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Ketua Tim Kemasjidan Bidang Urais, Ketua Tim FKUB Kanwil Kemenag Sul-Sel, serta para pejabat struktural dan fungsional Kankemanag Kab. Luwu. Hadir pula ketua komite, guru, dan seluruh staf Kemenag Luwu.

Dalam arahannya, Dr. Ali Yafid menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya merupakan agenda serah terima jabatan semata, tetapi momentum memperkuat ukhuwah dan komitmen pelayanan pendidikan madrasah di Kabupaten Luwu.

“Saya yakin hari ini insya Allah ada berkah dan rahmat Allah untuk kita semua. Sebenarnya yang paling penting dari kegiatan ini bukan hanya serah terima jabatan, tetapi silaturrahmi,” ujarnya.

Kakanwil berpesan agar para pejabat yang menerima amanah baru dapat menjalankan tanggung jawab dengan keikhlasan. Ia mengingatkan agar jabatan tidak disimpan dalam hati, tetapi hanya digenggam sebagai amanah yang bisa berpindah kapan saja. Karena jabatan adalah amanah bukan kebanggaan.

“Tunaikan amanah itu. Sebagai kepala madrasah, kepala kantor, kasi, ataupun penyelenggara, kita harus memastikan amanah ini sampai kepada yang berhak,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Dr. Ali Yafid juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang humanis. Menurutnya, pemimpin tidak boleh menekan atau menganiaya bawahan melalui kebijakan dan keputusan.

"Pemimpin itu harus pakai rasa, peka terhadap bawahan, dan tidak boleh menjadi diktator. Yang kita pikirkan bukan apa yang kita dapat, tapi bagaimana staf kita bisa tersenyum dan nyaman bekerja," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa bawahan juga harus bersikap loyal dan menaati pimpinan sehingga tercipta hubungan kerja yang harmonis.

H. Ali Yafid juga turut memberikan motivasi kepada 49 CPNS di Kabupaten Luwu agar mempau melahirkan inovasi terutama di bidang digitalisasi layanan.

“Manfatkan kemampuan kalian yang masih enerjik dan melek digital. Buatlah aplikasi layanan, daftar hadir, atau layanan orang tua sehingga masyarakat bisa mengakses dari rumah,” tuturnya.

Tiga hal yang ditekankan dalam pelayanan publik di Kementerian Agama, kaya Ali Yafid, yaitu Integritas, akhlak dan karakter serta keteladanan. ASN Kemenag adalah duta integritas dan duta keteladanan.

“Walaupun kita cerdas, kalau akhlaknya kurang baik, tidak akan dihargai masyarakat. Karena itu akhlak harus menjadi yang paling menonjol,” ujarnya.

Kakanwil juga mengingatkan tentang Kurikulum Cinta yang dicanangkan Kementerian Agama, dengan lima nilai dasar—cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta bangsa dan negara.

Guru diminta mengajar bukan hanya mengisi otak siswa, tetapi juga hati dan karakter.

Menutup sambutannya, Dr. Ali Yafid mengingatkan bahwa salah satu prioritas Menteri Agama adalah penguatan wakaf.

“Wakaf adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Jika ada orang yang masuk surga melalui kebaikan yang kita lakukan, maka orang yang menggerakkan kita untuk berbuat kebaikan itu akan memperoleh pahala yang jauh lebih besar," tutupnya. Isl/Um.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default