SALAMTA 2025 Guncang Semangat Santri Baru Ponpes Babussalam Arrahmah Gowa

Kontributor

Tompobulu (Kemenag Gowa). Pondok Pesantren Babussalam Arrahmah, yang terletak di Kecamatan Tompobulu, Gowa, Sulawesi Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak santri unggulan melalui kegiatan pengenalan lingkungan pondok bertajuk SALAMTA 2025 (Santri Adaptif, Loyal, Aktif, Mandiri, Tangguh, dan Akhlakul Karimah).
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari penuh, sejak 9 hingga 14 Juli 2025, dan diikuti antusias oleh seluruh santri baru tingkat PDF Wustha dan PDF Ulya (SMP & SMA).
Program ini tidak hanya menjadi ajang ta'aruf (perkenalan), tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, dan pembiasaan hidup pesantren yang berlandaskan adab dan nilai-nilai Qur’ani.
“SALAMTA bukan sekadar pengenalan lingkungan, tapi titik awal transformasi menjadi pribadi santri yang tangguh secara spiritual, intelektual, sosial, dan ekologis,” tegas Pimpinan Pesantren Babussalam Arrahmah, Muhammad Alimuddin Usman, saat membuka acara.
Dalam program SALAMTA 2025, para santri baru mendapatkan materi dari para pemateri luar biasa, baik dari internal pesantren maupun dari tokoh masyarakat dan instansi strategis di Kecamatan Tompobulu, di antaranya:
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tompobulu memberikan materi tentang Moderasi Beragama, pentingnya memahami Islam yang rahmatan lil ‘alamin, toleran, dan cinta damai.
Sementara Kapolsek Tompobulu mengangkat tema Anti Bullying dan Disiplin Hidup Santri, membangun kepemimpinan dan keberanian dalam bersikap positif.
Para santri juga menerima materi dari dokter Puskesmas Tompobulu, ia memberikan penyuluhan tentang Hidup Sehat dan Bersih di Lingkungan Pesantren, termasuk penguatan edukasi tentang sanitasi dan kesehatan mental.
Sementara itu, Praktisi pendidikan lokal menyampaikan motivasi tentang Pendidikan Ramah Anak dan Etika Belajar di Pesantren, menumbuhkan semangat belajar tanpa tekanan.
Pemateri internal pesantren juga memperkenalkan konsep Ekoteologi Pesantren dan Pesantren Ramah Lingkungan, menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral seorang santri.
Selain materi klasikal, kegiatan dikemas dalam bentuk interaktif seperti diskusi kelompok, outbond ukhuwah, simulasi adab harian, malam refleksi, dan aksi bersih lingkungan pondok. Para santri juga diajak mengenali struktur kepengasuhan, tata tertib, jadwal ibadah dan belajar, serta pentingnya menjaga ukhuwah dan adab dalam kehidupan berjamaah.
Sebagai simbol komitmen mereka, para santri baru menutup program dengan Ikrar Santri Baru dan Penanaman Pohon, sebagai representasi nilai spiritual dan ekologis yang seimbang.
Kegiatan SALAMTA 2025 memunculkan kreativitas program sebagai contoh ideal bagaimana pendidikan pesantren harus menjawab tantangan zaman dengan tetap menjaga jati diri.
“Inilah wajah pesantren masa depan: ramah anak, peduli lingkungan, moderat dalam beragama, dan mendalam dalam mendidik,” ujar direktur pondok pesantren Babusasaalam Arrahmah di sela-sela mengisi materi kepada santri baru.
SALAMTA 2025 menjadi titik awal perjalanan santri baru dalam menapaki kehidupan pesantren yang sarat nilai, adab, dan pperadaban.(Alim/OH)