Seorang Dosen Di Sidrap Wakafkan 20 Ribu Meter Tanah Untuk Pembangunan Pesantren DDI Abrad Di Mattiro Bulu
Kontributor
Mattiro Bulu, (Kemenag Pinrang) - Komitmen terhadap pengembangan pendidikan Islam kembali mendapat angin segar. Seorang dosen asal Kabupaten Sidrap, Syamsiah, mewakafkan sebidang tanah seluas kurang lebih 20.000 meter persegi untuk pembangunan Pondok Pesantren DDI Abrad di Desa Alitta, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang. Wakaf tersebut resmi diproses pada Senin (17/11/2025) dan disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat serta pihak terkait.
Prosesi pendaftaran
wakaf dilakukan oleh perwakilan nazhir, Muhammad Adlan, yang mengajukan pencatatan
ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mattiro Bulu, selaku Pejabat Pembuat
Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Rombongan wakif, nazhir, dan saksi diterima langsung
oleh Kepala KUA Mattiro Bulu, Alamsyah, yang memimpin jalannya ikrar wakaf
tersebut.
Acara yang
berlangsung di ruang Kepala KUA Mattiro Bulu itu berjalan khidmat sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan, guna memastikan legalitas dan
keberlanjutan pengelolaan harta wakaf. Langkah ini diapresiasi sebagai bentuk
sinergi yang baik antara wakif, nazhir, dan pihak KUA dalam menjaga amanah
wakaf bagi kemaslahatan umat.
Kepala KUA Mattiro
Bulu, Alamsyah, menyampaikan penghargaan tinggi atas ketulusan Syamsiah dalam
mewakafkan tanahnya.
“Wakaf tanah dengan
luas yang sangat signifikan ini akan menjadi modal dasar pembangunan fasilitas
pesantren. Insyaallah, keberadaan pesantren nantinya mampu menghadirkan
pendidikan Islam yang lebih memadai dan melahirkan generasi yang berilmu dan
berakhlak mulia,” ujarnya.
Sementara itu,
Syamsiah mengungkapkan bahwa wakaf ini ia niatkan sebagai ladang ibadah yang
terus mengalir pahalanya bagi umat.
“Saya hanya
berharap tanah ini benar-benar digunakan untuk pendidikan dan pembinaan akhlak
santri. Semoga menjadi amal jariyah bagi saya, keluarga, dan semua pihak yang
terlibat, serta melahirkan generasi yang lebih dekat dengan Al-Qur’an dan
sunnah,” ucapnya penuh haru.
Rencana pembangunan
di atas lahan tersebut nantinya meliputi ruang belajar, asrama santri, serta
fasilitas pendukung lain yang menunjang kenyamanan dan keefektifan proses
pendidikan. Masyarakat setempat dan keluarga besar DDI Abrad pun menyambut
penuh optimisme dan siap mendukung proses pembangunan pesantren tersebut.
“Kami berharap
wakaf mulia ini menjadi pintu kebaikan yang membawa perubahan besar bagi
masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, pesantren ini insyaallah akan menjadi
pusat lahirnya generasi Qur’ani, berakhlak, dan berkontribusi untuk kemajuan
daerah,” tuturnya.