Daerah

Seorang Dosen Di Sidrap Wakafkan 20 Ribu Meter Tanah Untuk Pembangunan Pesantren DDI Abrad Di Mattiro Bulu

Foto Kontributor
WAHYUDDIN

Kontributor

Selasa, 18 November 2025
...

Mattiro Bulu, (Kemenag Pinrang) - Komitmen terhadap pengembangan pendidikan Islam kembali mendapat angin segar. Seorang dosen asal Kabupaten Sidrap, Syamsiah, mewakafkan sebidang tanah seluas kurang lebih 20.000 meter persegi untuk pembangunan Pondok Pesantren DDI Abrad di Desa Alitta, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang. Wakaf tersebut resmi diproses pada Senin (17/11/2025) dan disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat serta pihak terkait.

Prosesi pendaftaran wakaf dilakukan oleh perwakilan nazhir, Muhammad Adlan, yang mengajukan pencatatan ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mattiro Bulu, selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Rombongan wakif, nazhir, dan saksi diterima langsung oleh Kepala KUA Mattiro Bulu, Alamsyah, yang memimpin jalannya ikrar wakaf tersebut.

Acara yang berlangsung di ruang Kepala KUA Mattiro Bulu itu berjalan khidmat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, guna memastikan legalitas dan keberlanjutan pengelolaan harta wakaf. Langkah ini diapresiasi sebagai bentuk sinergi yang baik antara wakif, nazhir, dan pihak KUA dalam menjaga amanah wakaf bagi kemaslahatan umat.

Kepala KUA Mattiro Bulu, Alamsyah, menyampaikan penghargaan tinggi atas ketulusan Syamsiah dalam mewakafkan tanahnya.

“Wakaf tanah dengan luas yang sangat signifikan ini akan menjadi modal dasar pembangunan fasilitas pesantren. Insyaallah, keberadaan pesantren nantinya mampu menghadirkan pendidikan Islam yang lebih memadai dan melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Sementara itu, Syamsiah mengungkapkan bahwa wakaf ini ia niatkan sebagai ladang ibadah yang terus mengalir pahalanya bagi umat.

“Saya hanya berharap tanah ini benar-benar digunakan untuk pendidikan dan pembinaan akhlak santri. Semoga menjadi amal jariyah bagi saya, keluarga, dan semua pihak yang terlibat, serta melahirkan generasi yang lebih dekat dengan Al-Qur’an dan sunnah,” ucapnya penuh haru.

Rencana pembangunan di atas lahan tersebut nantinya meliputi ruang belajar, asrama santri, serta fasilitas pendukung lain yang menunjang kenyamanan dan keefektifan proses pendidikan. Masyarakat setempat dan keluarga besar DDI Abrad pun menyambut penuh optimisme dan siap mendukung proses pembangunan pesantren tersebut.

“Kami berharap wakaf mulia ini menjadi pintu kebaikan yang membawa perubahan besar bagi masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, pesantren ini insyaallah akan menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani, berakhlak, dan berkontribusi untuk kemajuan daerah,” tuturnya.

Dengan wakaf tanah ini, harapan bersama pun menguat: agar Pondok Pesantren DDI Abrad menjadi pusat pendidikan Islam yang berkembang pesat, membawa manfaat luas, serta menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalan dakwah dan ilmu yang penuh berkah.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default