Daerah

Tolak Pernikahan Usia Anak, KUA Uluere Gelar BRUS

Foto Kontributor
Humas Bantaeng

Kontributor

Rabu, 10 Desember 2025
...

Uluere (Kemenag Bantaeng) – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Uluere menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diinisiasi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Uluere, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang komprehensif. Selain Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, H. Misbah, S.Ag., MA sebagai pemateri inti, acara ini juga menghadirkan narasumber ahli, yakni Muhammad Alwi dari BKKBN dan Jubaariani, Amd. Keb dari Puskesmas Loka.

Fokus utama acara ini adalah membekali generasi muda dengan pemahaman matang mengenai pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kematangan mental sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Dalam sambutannya yang menggugah, Kepala SMAN 6 Uluere, H. Farid Al-Fariz Pahruddin, S.Kom., M.Pd., menegaskan bahwa generasi di bawah usia 21 tahun harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk melanjutkan pendidikan.

"Generasi muda yang diberi amanah usia di bawah 21 tahun harus senantiasa diberi ruang untuk melanjutkan pendidikan," tegas H. Farid.

Menyikapi isu pernikahan usia anak, H. Farid memberikan pandangan yang bijak namun tegas. "Pernikahan memang sunnah Rasul, tetapi kita perlu melihat di mana batas waktunya. Jangan sampai dilakukan belum pada saatnya."

Ia pun menitipkan pesan penting kepada para siswa untuk orang tua mereka. "Sampaikan salam kami kepada orang tua kalian. Katakan bahwa seberapa pun investasi harta yang dimiliki, investasi terbesar dan terpenting yang harus dimiliki oleh semua orang adalah investasi pendidikan," pungkasnya.

Sambutan Kepala KUA Kecamatan Uluere yang diwakili oleh Ust. Ramoddin, S.Ag., MA., menyoroti realitas sosial setempat.

Ia mengakui bahwa angka pernikahan anak di Uluere masih tergolong tinggi, namun ia menaruh harapan besar pada siswa SMAN 6 Uluere.

"Meski angka pernikahan anak di Uluere cukup tinggi, di wajah adik-adik sekalian terpancar masa depan cerah," ujar Ust. Ramoddin.

Ia mengajak siswa untuk melatih kesabaran. "Sampai di mana kita bisa bertahan dan sabar menunggu masa itu (kematangan), di situlah letak keberhasilan kita."

Untuk memperkuat pemahaman siswa, materi teknis disampaikan oleh para ahli. Jubaariani, Amd. Keb dari Puskesmas Loka memberikan pemaparan krusial mengenai kesehatan reproduksi, menekankan risiko medis dari pernikahan di usia dini.

Sementara itu, Muhammad Alwi dari BKKBN memberikan wawasan mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan pentingnya kesiapan mental serta ekonomi.

Acara ditutup dengan materi inti dari Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, H. Misbah, S.Ag., MA, yang mengapresiasi sinergi antara pihak sekolah, KUA, dan dinas kesehatan dalam menjaga masa depan generasi muda Bantaeng. (Suhardi)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default