Geber BBM Di Barru Bikin Kejutan, Rencana Empat Satu Yang Ikut Ratusan
Kontributor
Barru (Kemenag Barru) -- GEBER BBM (Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid) adalah ikrar yang menjadi gerakan bahwa persiapan menuju Ramadan tidak hanya dilakukan secara spiritual, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kemuliaan rumah ibadah.
Gerakan ini menghadirkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat kegiatan umat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, H. Irman, didampingi Ketua DWP dan Kasi Bimas Islam Kemenag Barru, turun langsung mengunjungi sejumlah masjid yang menjadi lokasi kegiatan yang dilaksanakan serentak hari ini (16/02/26).
Rute kunjungan dimulai dari Masjid Nurul Ittihad Pekkae Kecamatan Tanete Rilau, kemudian berlanjut ke Masjid At Taqwa Ele Desa Lompo Tengah, Masjid Jami Al Muntaha Maruala, Masjid Alauddin Cempae Desa Libureng di Kecamatan Tanete Riaja, dan berakhir di Masjid Nurul Anfaq Doi-Doi Kecamatan Pujananting.
GEBER BBM merupakan inisiatif nasional Kementerian Agama yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah sebagai bentuk pelayanan keagamaan yang konkret.
Kegiatan ini mencakup pembersihan ruang utama salat, pencucian karpet dan sajadah, penataan ulang perlengkapan ibadah, pembersihan tempat wudu dan toilet, hingga perapian halaman dan lingkungan sekitar masjid agar lebih tertib dan nyaman.
Lebih dari sekadar aksi bersih-bersih, gerakan ini mengandung pesan moral bahwa kebersihan adalah bagian dari iman dan fondasi kenyamanan beribadah. Dengan masjid yang bersih dan tertata, jamaah dapat melaksanakan salat tarawih, tadarus, dan berbagai aktivitas Ramadan dengan khusyuk.
Di saat yang sama, GEBER BBM menumbuhkan rasa memiliki terhadap masjid sebagai pusat pembinaan umat dan ruang kebersamaan sosial.
Di setiap titik, tampak warga berbaur bersama unsur pegawai Kemenag Barru. Mulai dari Pokjawas, staf, penyuluh agama, hingga penghulu dari KUA Kecamatan, bersama-sama membersihkan ruang salat, mencuci karpet, merapikan tempat wudu, hingga menata halaman masjid. Suasana gotong royong yang mulai jarang ditemui, hidup kembali.
Di Kabupaten Barru, sebanyak 41 masjid ditetapkan sebagai lokasi utama. Namun antusiasme masyarakat melampaui ekspektasi. Hingga siang hari, tercatat sedikitnya 108 masjid telah berpartisipasi, sebagian bahkan mempublikasikan kegiatan mereka secara mandiri. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah, mengingat beberapa masjid memilih melaksanakan aksi bersih-bersih selepas salat Asar.
H. Irman menegaskan bahwa substansi gerakan ini jauh lebih dalam dari sekadar aktivitas fisik. GEBER BBM bukan hanya 'menyapu dan mencuci'.
“Membersihkan masjid adalah simbol membersihkan diri. Kita ingin Ramadan disambut bukan hanya dengan spanduk dan ucapan, tetapi dengan aksi nyata yang menghadirkan kenyamanan dan kemuliaan bagi jamaah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang begitu tinggi. Sebuah pencapaian dan pembuktian kekompakan masyarakat Barru.
“Ini bukan program kantor semata. Ini gerakan umat. Ketika warga ikut turun tangan tanpa diminta, itu tanda bahwa masjid benar-benar menjadi milik bersama,” tambahnya.
Dari sapu yang digerakkan, hingga karpet yang dijemur di halaman, GEBER BBM di Barru melantangkan sebuah pesan. Menyambut Ramadhan dimulai dari kepedulian, dari kebersihan, dan dari kesadaran bahwa memuliakan masjid adalah ikhtiar memuliakan diri dan umat.(Arga)