Kakankemenag Maros Bakal Tata Ulang Sebaran Guru Madrasah
Kontributor
Maros (Kemenag Maros) — Kepala Kantor Kementerian Agama
(Kakankemenag) Kabupaten Maros akan melakukan penataan sebaran guru madrasah.
Hal ini disampaikan Kakankemenag Maros H. Muhammad Nur Halik
saat menyampaikan arahan di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) jenjang
Madrasah Aliyah (MA). Kegiatan bertema Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta
(KMA 1503) dengan Pembelajaran Platform Digital ini, berlangsung di Aula Pondok
Pesantren Nahdlatul Ulum (PPNU) Soreang.
“Setiap guru mata pelajaran perlu peningkatan
keprofesionalannya. Saya bersama Kasi Penmad ingin melakukan penataan
penyebaran guru di setiap madrasah agar lebih merata dan seimbang,” ungkapnya,
Jumat (30/1/2025).
Ia juga menambahkan, bahwa para guru madrasah hendaknya memanfaatkan
forum MGMP sebagai ruang berbagi pengalaman dan solusi atas berbagai persoalan
di madrasah.
“Di MGMP ini kita berbagi pengalaman dan solusi. Kalau ada
permasalahan di madrasah masing-masing, silakan didiskusikan di sini. Kita
saling berbagi dan mencarikan solusi bersama.”
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad)
Kemenag Maros, H. Muhammad Yusuf Jufri, menyampaikan rasa optimisnya terhadap
forum MGMP, sebagai wadah guru dalam mengembangkan kapasitas.
“Saya yakin MGMP bisa memberikan dampak positif dan membantu
guru-guru dalam mengembangkan kemampuan profesionalnya,” ucapnya.
Selain Kakankemenag dan Kasi Penmad, hadir pula Ketua
Pokjawas Madrasah, dan pengurus MGMP MA Kabupaten Maros, serta guru mata
pelajaran.
Sebelumnya, Ketua MGMP MA Kabupaten Maros, Zainal Abidin,
menyampaikan harapannya agar forum ini tetap mendapatkan dukungan dari
pemerintah pusat sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap tahun MGMP mendapatkan bantuan dari pusat. Semoga
tahun ini MGMP Kabupaten Maros masih kembali mendapatkan bantuan untuk
menunjang penyelenggaraan kegiatan MGMP,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan MGMP Madrasah Aliyah
Kabupaten Maros dapat semakin aktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,
sejalan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan pemanfaatan platform
digital di madrasah. (Vicha)