Kakanwil Kemenag Minta ROHIS Kampanyekan Moderasi Beragama Dan Ekoteologi
Kontributor
Makassar (Kemenag Sulsel) — Hal tersebut disampaikan Kakanwil saat menerima audiensi pengurus Rohani Islam (ROHIS) Sulawesi Selatan dalam rangka pengukuhan kepengurusan dan meminta program kerja di Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Kamis (2/4/2026).
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid yang didampingi Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS), Ketua Tim Kerja SMA/SMK Kanwil Kemenag Sulsel Muh. Qasim, Ketua ROHIS Sulsel Al Lukman Bahar beserta jajaran pengurus, serta guru pendamping ROHIS.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua ROHIS Sulsel menyampaikan permohonan dukungan dan legalitas kepengurusan ROHIS Sulsel, sekaligus meminta kesediaan Kepala Kanwil Kemenag Sulsel untuk memberikan Berbagai pada kegiatan pengukuhan pengurus dan pelaksanaan program kerja ROHIS ke depan.
Menyanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid menyatakan kesiapannya untuk menghadiri kegiatan ROHIS Sulsel serta memberikan dukungan terhadap aktivitas positif yang dikembangkan oleh organisasi pelajar tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan hendaknya berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta yang didik dan selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama.
“ROHIS harus mampu menghadirkan kegiatan yang membangun kapasitas diri, memperkuat moderasi beragama, dan tetap sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama, bahkan saya berharap, ROHIS bisa membantu mengkampanyekan Program prioritas Kementerian Agama yang memiliki korelasi seperti Kerukunan Umat Beragama dan Ekoteologi,” ujar Ali Yafid.
Lebih lanjut, Kakanwil berpesan agar para pengurus ROHIS mampu menyeimbangkan peran antara pendidikan formal di sekolah dan aktivitas organisasi. Menurutnya, organisasi merupakan sarana pendukung yang sangat penting dalam pengembangan soft skill, namun tidak boleh mengabaikan kewajiban utama sebagai pelajar.
Ia juga mengingatkan agar pengurus ROHIS tidak mudah terpengaruh oleh paham atau aliran yang kurang baik, yang dapat mengurangi nilai adab dan etika, baik dalam hubungan sesama manusia maupun kepada Tuhan.
Sementara itu, Muh. Qasim dalam Arahnya menekankan pentingnya eksistensi ROHIS di Sulawesi Selatan sebagai wadah pembinaan keagamaan yang menjaga kerukunan. Ia berharap ROHIS tidak hanya aktif di tingkat provinsi, tetapi juga mampu menggerakkan ROHIS di kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.
“Bagaimana ROHIS ini bisa benar-benar eksis di Sulsel, menjaga kerukunan, serta memastikan ROHIS kabupaten/kota dapat bergerak bersama. Oleh karena itu, arah gerakan ROHIS harus terus diingatkan agar tetap terarah,” tegasnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara ROHIS Sulsel dan Kanwil Kemenag Sulsel dalam membina generasi muda yang religius, moderat, beretika, dan berdaya saing.(PPL)