Kehilangan Besar Bagi Umat, Ulama Darul Istiqamah Bongki Tutup Usia
Kontributor
Sinjai (Kemenag Sinjai) — Keluarga besar Yayasan Darul Istiqamah Bongki, Kabupaten Sinjai, tengah diselimuti duka mendalam. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqamah Bongki, K.H. Najamuddin Marzuki Hasan, wafat pada Jumat (23/1/2026) pukul 17.55 WITA dalam usia 77 tahun. Almarhum mengembuskan napas terakhir di kediamannya, Kompleks Pesantren, Jl. Gunung Rinjani, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara.
Kabar duka ini pertama kali tersiar melalui pesan khidmat yang dibagikan oleh perwakilan keluarga, A. Mahrisal Sabil. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Pengasuh K.H. Najamuddin Marzuki Hasan. Semoga rahmat Allah tercurah kepada beliau,” tulisnya dalam grup resmi yayasan.
Berdasarkan informasi pihak keluarga, jenazah almarhum dijadwalkan akan dimakamkan pada Sabtu (24/1/2026). Guna menjaga kelancaran lalu lintas, atas koordinasi dengan Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fatur Rakhman, jenazah terlebih dahulu disalatkan di Masjid Kampus Al-Markaz Darul Istiqamah, Jl. Bulu Lohe. Selanjutnya, jenazah akan dihantarkan menuju peristirahatan terakhir di Kampus Darul Ihsan Pangisoreng, Sinjai Timur.
Hilyatul Muslimah, salah seorang putri almarhum, turut memohon doa bagi ayahandanya. “Mohon doanya untuk Ayahanda. Maafkan bila ada salah dan dosa beliau kepada ustaz dan ustazah sekalian,” pesannya dengan penuh kerendahan hati.
Semasa hidup, K.H. Najamuddin dikenal sebagai ulama sepuh yang rendah hati dan konsisten di jalur dakwah. Meski kondisi kesehatannya menurun dalam beberapa waktu terakhir, ia tetap meluangkan waktu memberikan nasihat kepada santri dan pengurus pesantren. Pesan-pesannya senantiasa menekankan pentingnya menjaga kesehatan, saling menghargai, menjauhi sifat merasa lebih baik dari orang lain, serta memperkuat tali persaudaraan.
Almarhum merupakan putra keempat dari 16 bersaudara, lahir dari pasangan ulama besar K.H. Ahmad Marzuki Hasan, pendiri jejaring pesantren Darul Istiqamah. Wafatnya menambah catatan duka bagi keluarga besar ini, setelah sebelumnya sang saudara, K.H. Arif Marzuki Hasan (Maccopa, Maros), wafat pada Juni 2025.
Kepergian sosok ulama kharismatik ini menarik simpati luas. Pada Sabtu pagi, Bupati Sinjai Ratnawati Arif hadir langsung di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Wafatnya K.H. Najamuddin Marzuki Hasan adalah kehilangan besar bagi dunia pesantren di Sulawesi Selatan. Namun, jejak perjuangan, keteladanan, dan ilmu yang beliau ajarkan diyakini akan terus hidup melalui ribuan santri yang pernah dididiknya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhum dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. (FH/SR)