Daerah

Kemenag Kota Makassar Dan UIM Gelar Matrikulasi Bimtek Moderasi Beragama Dan Kurikulum Berbasis Cinta Bagi Guru Madrasah

Foto Kontributor
Muhammad Imran

Kontributor

Selasa, 16 Desember 2025
...

Makassar (Kemenag Makassar)— Kementerian Agama Kota Makassar bekerja sama dengan Universitas Islam Makassar (UIM) menyelenggarakan Matrikulasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Moderasi Beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta bagi Tenaga Pendidik, bertempat di Auditorium Universitas Islam Makassar, Senin (15/12/2025).


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar Dr. H. Muhammad, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Kabid Urais Kanwil Kemenag Sulsel Dr. H. Muhammad Gaffar, Rektor UIM Prof. Dr. H. Muammar M. Bakry, Fasilitator Moderasi Beragama Kanwil Kemenag Sulsel Dr. Mahmud Dayuti, Dekan Fakultas Pendidikan Agama Islam (PAI) UIM Dr. Djaenap, Kasi Penmad Kemenag Kota Makassar Suedi, S.Pd.I, serta ratusan guru madrasah dari berbagai madrasah se-Kota Makassar.


Rektor UIM Prof. Dr. H. Muammar M. Bakry dalam sambutannya menegaskan bahwamoderasi beragama kerap disalahpahami oleh sebagian pihak sebagai ajaran yang tidak substansial dalam Islam.


“Padahal, konsep moderasi sejatinya melekat kuat dalam ajaran Islam. Al-Qur’an menyebut umat Islam sebagai ummatan wasathan, umat yang adil dan seimbang. Rasulullah SAW telah mencontohkan sikap toleran, inklusif, dan penuh kasih sayang, baik kepada sesama Muslim maupun non-Muslim,” tegasnya.


Ia menambahkan bahwa kegiatan bimtek ini dirancang **bersifat teknis, praktis, dan aplikatif**, agar para guru mampu langsung mengimplementasikan nilai moderasi dan cinta dalam proses pembelajaran di madrasah.


Sementara itu, Kabid Urais Kanwil Kemenag Sulsel Dr. H. Muhammad Gaffar menekankan bahwa kurikulum berbasis cinta bukanlah perubahan kurikulum, melainkan penguatan nilai-nilai kasih sayang dalam setiap proses pendidikan.


Ia menjelaskan lima pilar kurikulum berbasis cinta, yakni:


1. Cinta kepada Allah SWT dan Rasul 

2. Cinta kepada ilmu pengetahuan

3. Cinta kepada diri sendiri dan sesama

4. Cinta kepada lingkungan dan

5. Cinta kepada tanah air.


“Nilai cinta harus hadir dalam setiap pembelajaran. Pendidikan agama tidak boleh kering dari kasih sayang, karena Islam adalah rahmat bagi seluruh alam,” ujarnya.


Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar Dr. H. Muhammadmenjelaskan empat indikator utama moderasi beragama yang menjadi kebijakan Kementerian Agama, yaitu:


1. Komitmen Kebangsaan(mencintai tanah air dan tidak mempertentangkan agama dengan negara),

2. Toleransi (menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan),

3. Anti Kekerasan(menolak segala bentuk kekerasan atas nama agama), dan

4. Akomodatif terhadap Budaya Lokal (menghormati tradisi dan kearifan lokal).


“Moderasi beragama adalah jalan tengah untuk menciptakan kehidupan beragama yang adil, seimbang, dan damai. Madrasah dan guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai ini kepada peserta didik,” tegasnya.


Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenag Kota Makassar dan Universitas Islam Makassar, yang ditandatangani oleh Kakankemenag Kota Makassar bersama Dekan Fakultas Pendidikan Agama Islam UIM.


Kerja sama ini mencakup penguatan pendidikan, peningkatan kompetensi guru madrasah, serta peluang pengembangan studi lanjut bagi tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama.


Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru madrasah mampu menjadi agen moderasi beragama, menanamkan nilai cinta, toleransi, dan kebangsaan, serta membangun generasi yang religius, moderat, dan berkarakter, demi terwujudnya kehidupan masyarakat Kota Makassar yang rukun dan harmonis.

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default