Daerah

Kemenag Parepare Jaring Dai 3T Tahun 2026 Untuk Penugasan Wilayah Terpencil

Foto Kontributor
Nurwina Busrah

Kontributor

Senin, 02 Februari 2026
...

Parepare, (Kemenag Parepare) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare resmi melaksanakan proses seleksi rekrutmen calon Dai 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) untuk masa penugasan tahun 2026. Proses seleksi dilakukan secara tatap muka di Kantor Kemenag Parepare pada Senin, 2 Februari 2026.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 12 Tahun 2026 terkait pengiriman pendakwah ke wilayah-wilayah strategis di Indonesia.

Program ini bertujuan untuk memperkuat bimbingan keagamaan serta mempromosikan moderasi beragama di lokasi yang sulit dijangkau. Selain wilayah kategori 3T, para dai terpilih nantinya akan ditempatkan di Kampung Zakat dan Kampung Moderasi.

Sebanyak empat dari enam pendaftar hadir mengikuti rangkaian ujian yang diuji langsung oleh tim penilai ahli di bidangnya, yaitu:

- H. Hasyim Usman, S.Hut, M.E menguji bacaan Al-Qur'an dan hafalan.

- H. Syahruddin Sainur, Lc., M.Ag menguji penguasaan Kitab Kuning dan wawasan keagamaan.

- Irwan Yusuf Caco (Ketua Baznas) menguji retorika dakwah.

- Drs. H. Zainal Arifin menguji retorika dakwah.

Dari 6 total pendaftar, hanya empat peserta yang menyelesaikan seluruh tahapan seleksi yakni Tasman Rasad, Zainal Abidin Al-Auzad, Irhas, dan Ichwan. Sementara itu, dua calon lainnya dinyatakan gugur (diskualifikasi) karena tidak hadir hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Kepala Kantor Kemenag Parepare, H. Irfan Daming menekankan bahwa para dai yang terpilih harus memiliki daya tahan fisik dan mental yang kuat. Adapun poin utama yang menjadi syarat penugasan yakni memiliki komitmen penugasan, dai terpilih bersedia menetap di lokasi tugas hingga Hari Raya Idulfitri 1447 H.

"Kami mencari pendakwah yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga semangat pengabdian tinggi untuk menjaga persatuan bangsa di wilayah perbatasan," ungkap Kakan Kemenag Parepare dalam keterangannya.

Untuk selanjutnya Kemenag Parepare akan berkoordinasi intensif dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) guna memastikan kelancaran hak administratif dan honorarium selama masa tugas.

Saat ini, Kemenag Parepare tengah melakukan pemetaan desa-desa prioritas untuk diusulkan sebagai lokasi penempatan. Seluruh proses seleksi dipastikan berjalan transparan sesuai petunjuk teknis dari pusat.(Ikhsan/Wn)

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default