MAS Darul Istiqamah Bulukumba Sukses Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Panca Cinta KBC
Kontributor
Bulukumba, (Kemenag Bulukumba) — Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai karakter peserta didik, MAS Darul Istiqamah Bulukumba menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Panca Cinta (KBC) pada Kamis, 29 Januari 2026.
Kegiatan workshop ini dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah MAS Darul Istiqamah Bulukumba, Ali Agus, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan antusiasme atas kehadiran Pengawas Bina Damping, Ashadi Cahyadi, S.Pd., M.Pd, sebagai pemateri tunggal.
“Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan penguatan keteladanan bagi setiap guru dan tenaga pendidik dalam proses belajar mengajar. Untuk mewujudkan itu semua, tentu diperlukan bimbingan yang kuat. Alhamdulillah, hari ini telah hadir pengawas bina kita yang siap membimbing dan mendampingi. Terima kasih atas kesediaan dan kesempatan yang sangat berharga ini,” tutur Ali Agus.
Workshop yang diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MAS Darul Istiqamah Bulukumba ini berlangsung pukul 08.00–11.50 WITA di aula madrasah. Dalam pelaksanaannya, ruang aula dibagi menjadi dua sisi, yakni sisi kanan untuk pendidik perempuan dan sisi kiri untuk pendidik laki-laki, dengan posisi pemateri berada di tengah bagian depan. Pengaturan ini dilakukan sebagai bentuk implementasi nilai adab dan etika pergaulan dalam Islam, khususnya dalam menjaga interaksi antar yang bukan mahram.
Dalam sesi pemaparan materi, Pengawas Bina Damping Ashadi Cahyadi, S.Pd., M.Pd menguatkan sekaligus mengarahkan kebijakan pembelajaran serta implementasi nilai-nilai Panca Cinta KBC di lingkungan madrasah. Ia menjelaskan bahwa Panca Cinta KBC meliputi cinta kepada Allah SWT, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara.
“Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta menekankan nilai kasih sayang, kepedulian, empati, dan pembentukan karakter mulia dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, suasana belajar menjadi lebih humanis, menyenangkan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai antara pendidik dan peserta didik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ashadi menambahkan bahwa KBC merupakan sebuah gagasan dan konsep yang harus terimplementasi secara nyata dalam dokumen dan praktik pembelajaran. “Kurikulum tidak hanya disusun, tetapi dilaksanakan secara rapi dan terukur. Modul ajar dan RPP harus dimaksimalkan, didokumentasikan dengan baik, serta memiliki bukti nyata. Keberhasilan KBC dapat diukur dari hasil pengembangan karakter peserta didik yang dilandasi cinta, dimulai dari komunikasi yang baik antarindividu maupun antarkelompok,” ungkapnya.
Kegiatan workshop berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para guru dan tenaga kependidikan tampak aktif berdiskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan MAS Darul Istiqamah Bulukumba.
Menjelang penutupan kegiatan, Pengawas Bina Damping juga memperkenalkan salah satu perangkat pendukung Kurikulum Berbasis Cinta berbasis digital, yakni Padlet Asisten Guru. Platform ini menyediakan berbagai fitur pendukung pembelajaran seperti aktivitas interaktif, lembar kerja siswa, rencana pembelajaran, presentasi multimedia, ide aktivitas kelas, hingga rubrik penilaian.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di MAS Darul Istiqamah Bulukumba, sejalan dengan penguatan karakter dan nilai-nilai cinta dalam dunia pendidikan. (Erna/Vira)