PKB Madrasah Digelar Di Parepare, Kakanwil Kemenag Sulsel Dorong Implementasi Kurikulum Cinta
Kontributor
Parepare, (Kemenag Parepare) - Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang diselenggarakan oleh dua kelompok kerja madrasah, yakni Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MTs Kota Parepare dan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA), resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafied, secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (30/12/2025).
Kedua kelompok
kerja tersebut menerima bantuan dana
pemberdayaan dari Kementerian Agama sebagai bentuk dukungan peningkatan
mutu dan profesionalisme guru serta kepala madrasah. Kegiatan ini dipusatkan di
Gedung Perpustakaan IAIN Parepare
Lantai 5 dan diikuti puluhan guru madrasah tingkat tsanawiyah se-Kota
Parepare serta puluhan kepala madrasah dari Kota Parepare, Kabupaten Pangkep,
dan Kabupaten Barru yang tergabung dalam KKMA.
Acara diawali
dengan penyematan tanda peserta, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Bidang
Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, H. Wahyuddin Hakim. Dalam sambutannya, ia berharap bantuan yang
diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan kompetensi
pedagogik dan profesionalisme guru madrasah.
“Kami berharap
bantuan ini digunakan sebaik-baiknya sehingga melahirkan output yang nyata. Ini
juga merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Agama dalam mendukung Asta
Protas,” ujarnya.
Sementara itu, H. Ali Yafied dalam sambutannya
menekankan pentingnya implementasi Kurikulum
Cinta di lingkungan madrasah.
“Kurikulum Cinta
memberikan warna tersendiri melalui keteladanan, budaya bersih, dan kepedulian.
Semua itu harus disponsori oleh pemimpin. Kami mendukung seluruh warga
Kementerian Agama, khususnya di Sulawesi Selatan, untuk terus berkarya, menjaga
kekompakan, kebersamaan, dan saling mengasihi demi kemajuan bersama,”
ungkapnya.
Pada sesi
terakhir, Kepala Kantor Kementerian
Agama Kota Parepare, H. Irfan Daming, menyampaikan materi inspiratif
dengan gaya santai dan lugas. Ia membahas pengembangan kompetensi manajerial
bagi kepala madrasah serta penguatan kompetensi kepribadian dan sosial bagi
guru madrasah.
Ia mengajak
seluruh peserta untuk merefleksikan peran mereka sebagai teladan bagi peserta
didik, pentingnya komunikasi efektif, serta membangun lingkungan madrasah yang
kondusif dan inklusif.
“Kita semua
adalah pejuang pendidikan melalui madrasah masing-masing dengan satu tujuan,
yaitu melahirkan peserta didik yang berkarakter dan berilmu. Itu hanya bisa
terwujud jika kita bekerja sama,” tegasnya.
Di sisi lain, Siti Amirah Rasyid, selaku Ketua MGMP
MTs Kota Parepare, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak
yang telah memberikan dukungan.
“Kami memastikan
bahwa bantuan dana ini akan digunakan sesuai dengan petunjuk teknis yang
berlaku,” ujarnya.
Semangat dan antusiasme peserta hingga akhir kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan PKB sangat dibutuhkan sebagai sarana peningkatan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan guru serta kepala madrasah dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan.(Rs/Wn)