Provinsi

Tekankan Integritas Dan Birokrasi Agile, Kemenag Sulsel Tutup Penilaian Kompetensi ASN

Foto Kontributor
Wardiah

Kontributor

Jumat, 20 Februari 2026
...

Makassar (Kemenag Sulsel) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan resmi menutup kegiatan Penilaian Kompetensi ASN yang telah berlangsung selama tiga hari, 18–20 Februari 2026, di Unit Penilaian Kompetensi Kementerian Agama Regional VII Makassar.

Kegiatan penutupan dihadiri langsung Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, H. Muhammad Zein, Ketua Tim SDM Kemenag RI, serta Kepala Kanwil Kemenag Sulsel yang mewakili Kepala Bagian Tata Usaha, H. Aminuddin.

Dalam arahannya, Muhammad Zein menekankan bahwa terdapat tiga aspek utama yang menjadi dasar dalam promosi dan apresiasi pegawai di lingkungan organisasi, yakni integritas, kompetensi, dan keterampilan. Namun demikian, ia menekankan bahwa integritas adalah fondasi utama.

“Yang pertama dan paling utama adalah Integritas. Integritas ini sesuatu yang sangat mendesak dan melekat pada diri seseorang. Kompetensi dan skill tidak ada artinya kalau tidak memiliki integritas. Integritas adalah panglima,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa integritas mencakup kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Menurutnya, kualitas pribadi inilah yang menjadi penentu utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap birokrasi.

Selain itu, Muhammad Zein juga menyoroti tantangan era post-truth dan percepatan perkembangan teknologi informasi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (AI). Ia mendorong ASN untuk beradaptasi dan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu dalam meningkatkan produktivitas kerja.

“Kecerdasan buatan sangat membantu dalam memperkaya referensi dan gagasan.Tetapi konsep, pemikiran, dan kerja keras tetap berasal dari kita. Teknologi adalah alat bantu, bukan pengganti,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, ia menekankan pentingnya membangun birokrasi yang tangkas, tangkas, dan responsif terhadap pelayanan publik.

"Birokrasi kita harus cepat merespons. Jangan sampai ada surat berhari-hari tidak dijawab. Setiap hari harus clean table, tidak ada dokumen yang menumpuk. Pejabat adalah pelayan publik, maka harus responsif," tandasnya.

Muhammad Zein berharap kegiatan asesmen ini dapat menjadi percontohan dalam penerapan manajemen talenta di lingkungan Kementerian Agama, sekaligus mendorong terwujudnya birokrasi yang profesional dan berintegritas.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin, yang mewakili Kepala Kanwil, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya penilaian kompetensi tersebut.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Biro SDM Setjen Kemenag RI dan seluruh tim asesor. Hasil asesmen ini diharapkan menjadi dasar pengembangan karier ASN secara objektif dan terukur. Yang terpenting, semangat peningkatan integritas dan profesionalitas harus terus kita jaga bersama," ungkapnya.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, Kanwil Kemenag Sulsel berkomitmen untuk mencapai hasil penilaian kompetensi secara objektif sebagai bagian dari penguatan manajemen talenta dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Editor: Mawardi

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default