Tingkatkan Kualitas, Kepala Dan Guru MIM Romang Lompoa Gowa Ikuti Bimtek Nasional
Kontributor
Makassar (Kemenag Gowa) -- Guru dan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Romang Lompoa turut ambil bagian dalam Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artificial, dan Penguatan Pendidikan Karakter, yang diselenggarakan di Four Points Hotel by Sheraton Makassar, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen RI dan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non Formal Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah, termasuk perwakilan dari MI Muhammadiyah Romang Lompoa yang hadir untuk meningkatkan kompetensi dalam penguasaan teknologi pembelajaran terkini.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Madrasah MI Muhammadiyah Romanglompoa, Saenal. Menurutnya, forum seperti ini sangat penting untuk menjawab tantangan pendidikan yang semakin dinamis.
Dalam keterangannya, Kepala Madrasah MI Muhammadiyah Romanglompoa menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru akan berdampak langsung pada mutu pembelajaran di ruang kelas.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Ketika kompetensinya meningkat, maka kualitas layanan pembelajaran kepada siswa juga ikut naik. Karena itu, pelatihan seperti ini harus rutin dilaksanakan,” ujarnya.
Saenal juga menilai bahwa pelatihan ini menjadi ajang berbagi pengalaman antarguru, membangun jejaring, serta memunculkan inovasi baru yang dapat diterapkan di madrasah masing-masing.
“Kami berharap seluruh peserta tidak hanya hadir, tetapi juga membawa pulang ilmu dan metode baru untuk diterapkan. Tujuannya satu: menciptakan proses belajar yang lebih efektif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak-anak,” tambahnya.
Dalam kegiatan yang akan berlangsung hingga 30 November ini, para peserta mendapatkan materi tentang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam konteks pendidikan dasar. Dilanjutkan dengan Pengembangan kemampuan koding untuk guru dan siswa. Tak ketinggalan, Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam proses belajar mnengajar. Dan terakhir, Penguatan karakter peserta didik melalui kurikulum dan budaya sekolah.(enal/OH)