Dzikir Dan Shalawat Meriahkan Hari Santri Nasional Ke-10 Tingkat Kabupaten Bulukumba
Kontributor
Bulukumba, (Kemenag Bulukumba) – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-10 tahun 2025, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba bersama Pondok Pesantren Babul Khair Kalumeme menyelenggarakan kegiatan Dzikir dan Shalawat pada Selasa malam, 21 Oktober 2025, bertempat di Aula Pondok Pesantren Babul Khair, Kalumeme, Kabupaten Bulukumba.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dihadiri oleh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, para kepala seksi, kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Bulukumba, tenaga pendidik, serta para pembina pesantren. Panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba atas dukungan yang telah diberikan, sehingga kegiatan Dzikir dan Shalawat dapat terlaksana sebagaimana harapan bersama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba yang diwakili oleh Drs. H. Arifin Nur, M.Pd.I, selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha, turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran santri dan ulama dalam sejarah perjuangan bangsa.
“Peringatan Hari Santri ke-10 ini merupakan wujud nyata bahwa peran santri dan para ulama sangat besar dalam menjaga kedaulatan bangsa dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Turut memberikan sambutan mewakili Bupati Bulukumba, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Bulukumba, Dra. Hj. Umrah Aswani, MM, yang menyampaikan bahwa Hari Santri adalah momentum penting untuk mengingat kembali kontribusi pesantren dan santri dalam membentuk peradaban bangsa.
“Dengan mengusung tema ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’, Hari Santri menjadi pengingat atas peran besar santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan serta kontribusi pesantren dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk karakter umat yang berakhlakul karimah,” tutur beliau.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa santri bukan hanya sosok yang menimba ilmu agama, tetapi juga penjaga nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Semangat santri adalah semangat keikhlasan, kemandirian, dan pengabdian.
Kegiatan Dzikir dan Shalawat ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Bulukumba yang tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga sebagai bentuk syiar Islam serta penguatan peran pesantren dalam pembangunan karakter bangsa. (Basuki)