Kolaborasi Lintas Sektor Menguat, DP3AP2KB Dan Kemenag Selayar Dorong Sekolah Siaga Kependudukan Di SD/MI Dan SMP/MTs
Kontributor
Benteng
(Kemenag Selayar) — Sinergi membangun generasi
berkarakter dan berwawasan kependudukan kian diperkuat. Perwakilan DP3AP2KB
Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Kepulauan Selayar pada Jumat (20/2/2026), dalam rangka penjajakan
sekaligus permohonan fasilitasi pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK)
di jenjang SD/MI sederajat dan SMP/MTs.
Pertemuan
yang berlangsung di Ruang Kepala Kantor tersebut dihadiri oleh tiga perwakilan
DP3AP2KB, yakni Muhammad Tahir, Sitti Aisha, dan Husni Laego. Rombongan
diterima langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan
Selayar dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Dalam
penyampaiannya, Muhammad Tahir menjelaskan bahwa program Sekolah Siaga
Kependudukan merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan pendidikan
kependudukan, keluarga berencana, serta pembangunan keluarga ke dalam ekosistem
sekolah sebagai upaya preventif dan edukatif sejak dini.
“Kami
memandang madrasah dan sekolah di bawah pembinaan Kemenag memiliki peran
strategis dalam membangun kesadaran generasi muda tentang isu-isu kependudukan,
perencanaan masa depan, dan ketahanan keluarga. Karena itu, kami memohon
dukungan dan fasilitasi dari Kemenag Selayar untuk pembentukan SSK di satuan
pendidikan tersebut,” ujarnya.
Kepala
Kantor Kemenag Selayar, H. Nur Aswar Badulu menyambut baik inisiatif tersebut
sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor yang konstruktif dan berdampak langsung
bagi peserta didik.
“Sinergi
seperti ini sangat kami apresiasi. Pendidikan kependudukan yang terintegrasi
dengan nilai-nilai keagamaan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas
secara intelektual, tetapi juga matang dalam perencanaan hidup dan bertanggung
jawab dalam membangun keluarga,” ungkapnya.
Lebih
lanjut, ia menyatakan kesiapan Kemenag untuk melakukan koordinasi teknis
bersama jajaran Pendidikan Madrasah guna memetakan sekolah dan madrasah yang
siap menjadi pilot project Sekolah Siaga Kependudukan. Pendekatan kolaboratif
ini diharapkan melibatkan kepala madrasah, guru BK, wali kelas, serta penyuluh
agama dalam penguatan literasi kependudukan di lingkungan satuan pendidikan.
Pertemuan
tersebut juga membahas langkah-langkah tindak lanjut, termasuk penyusunan nota
kesepahaman (MoU), penyediaan materi edukasi, serta pelatihan bagi pendidik
agar implementasi SSK berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kolaborasi
antara DP3AP2KB dan Kemenag Selayar menjadi bukti nyata bahwa pembangunan
sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kemitraan
strategis lintas sektor agar pendidikan tidak hanya mencetak lulusan, tetapi
juga menyiapkan generasi yang sadar perencanaan masa depan, tangguh menghadapi
dinamika kependudukan, dan berkontribusi positif bagi daerah. (Sy)