Daerah

Ramadan Sebagai Bulan Retret

Foto Kontributor
Muhammad Imran

Kontributor

Sabtu, 21 Februari 2026
...

Ramadan bukan hanya ritual tahunan yang berulang, melainkan sebagai sarana retret intensif yang dirancang untuk menyucikan jiwa kita dan meraih predikat muttaqin. 

Selama sebulan, kita menjalani pembinaan mental atau retret untuk membentuk kebiasaan baru. Rasa lapar yang dirasakan di siang hari bukanlah hukuman, Inilah proses yang melatih kita untuk tidak sekadar bereaksi, tetapi mampu mengendalikan diri dengan penuh kesadaran.


Layaknya retret profesional, Ramadan memiliki kurikulum inti melalui empat pilar karakter berikut:


Pertama, Kesabaran, menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga magrib adalah latihan ketahanan mental yang sangat praktis. Di dunia yang serba instan, praktik ini melatih kita untuk mengelola emosi. Jika kita mampu bersabar menghadapi gejolak amarah, kita sedang membangun mental agar tidak mudah reaktif saat menghadapi komentar miring atau tekanan stres dalam kehidupan sehari-hari.


Kedua, Kedisiplinan, Puasa adalah latihan manajemen diri yang sangat ketat terhadap waktu. Ketepatan waktu saat imsak dan berbuka mengajarkan kita bahwa keberhasilan hidup sangat bergantung pada kepatuhan kita terhadap komitmen dan ritme yang telah ditetapkan. Disiplin bukan lagi beban, melainkan sarana untuk mencapai tujuan.


Ketiga, Kejujuran, Puasa adalah ibadah sir (rahasia). Sangat mudah bagi seseorang untuk berpura-pura berpuasa di depan orang lain padahal ia makan di tempat tersembunyi. Namun, seorang peserta retret Ramadan memilih untuk jujur karena integritasnya tertuju pada Allah Swt. kita dilatih untuk tetap benar meski tak ada manusia yang mengawasi.


Keempat, Empati Sosial, Melalui rasa lapar dan haus yang kita rasakan Allah seakan berbisik, "Rasakanlah perih ini, karena inilah yang dirasakan saudara-saudaramu yang hidup dalam kemiskinan ekstrem." 

Rasa lapar dan haus ini bukan hanya untuk memicu belas kasihan sesaat, melainkan untuk membangkitkan kesadaran sosial yang mendalam agar kita bergerak membantu sesama yang berkekurangan.


Keempat materi retret ini membentuk fondasi karakter yang kokoh untuk melahirkan pribadi yang baru.


Namun, keberhasilan retret Ramadan ini tidak diukur dari seberapa kuat kita menahan lapar selama sebulan, melainkan dari apa yang terjadi di sebelas bulan sisanya. Indikator kelulusan adalah perubahan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.


Mari kita buktikan bahwa retret sebulan ini membuahkan hasil, menjadi agen perubahan yang penuh empati dan integritas di tengah masyarakat. Selamat berjuang menjadi lulusan terbaik! (Mutaillah Guru MAN 2 Kota Makassar)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default