Latih Keberanian Santri, Pondok Pesantren Wadi Mubarak Beri Ruang Public Speaking
Kontributor
Sinjai (Kemenag Sinjai) – Kepercayaan diri menjadi kunci utama dalam menyampaikan pesan dakwah. Menyadari hal tersebut, Pondok Pesantren Wadi Mubarak di Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, merutinkan program pelatihan public speaking bagi para santri melalui simulasi ceramah dan pembinaan dai.
Seperti yang terlaksana pada Minggu (22/02/2026) malam ini menjadi wadah bagi santri untuk mengasah keterampilan berbicara di hadapan publik. Dengan mengangkat tema “Menjaga Amanah”, para santri tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan teknik berbicara yang komunikatif.
Pelatihan ini menggunakan metode demonstrasi terbimbing. Santri diajarkan secara bertahap, mulai dari menghafal mukadimah, menyusun materi ceramah yang menarik, hingga teknik mengatur intonasi suara dan gestur tubuh.
“Dasar-dasar dakwah perlu ditanamkan sejak dini. Kami melatih mereka agar terbiasa berbicara di depan rekan seasrama dan pembina untuk mengurangi rasa gugup,” ujar Muslim, Pembina Pondok Pesantren Wadi Mubarak.
Meskipun setiap santri memiliki tingkat keberanian yang berbeda, proses latihan yang dilakukan setiap Jumat malam ini menunjukkan perkembangan positif. Santri yang awalnya malu dan takut salah, perlahan mulai aktif berpartisipasi dan berani tampil di depan teman-temannya.
Selain mengasah kemampuan komunikasi, program ini bertujuan mencetak generasi yang berpikir kritis dan kreatif. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat membantu santri dalam kegiatan akademik di Madrasah maupun saat terjun ke masyarakat.
Kepala MA Wadi Mubarak, Ismawati, menekankan pentingnya integritas dalam berdakwah. Ia mencontohkan penampilan salah satu santri, Fauzan, yang dinilai mampu menyampaikan pesan dengan tenang.
“Kami berharap santri tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga teguh dalam menjaga amanah dan setiap titipan Allah melalui dakwah yang menyejukkan,” tutur Ismawati. (Sulham)